Gedung Rehab Medik RSCM

Tentang ruangan ini

Ruang hepatobilier di rumah sakit adalah unit pelayanan medis khusus yang menangani diagnosis, perawatan, dan tindakan bedah untuk penyakit yang menyerang sistem hepatobilier. Sistem ini mencakup organ-organ vital seperti hati (hepar), kantung empedu, saluran empedu, dan pankreas (sering disebut sebagai sistem Hepato-Pancreato-Biliary atau HPB).
Unit ini biasanya terintegrasi sebagai bagian dari divisi Gastroenterologi-Hepatologi (Penyakit Dalam) atau divisi Bedah Digestif, tergantung pada jenis perawatan yang dibutuhkan pasien (medis non-bedah atau tindakan operasi).
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai fungsi, jenis penyakit yang ditangani, serta prosedur yang ada di ruang hepatobilier:
1. Fungsi Utama Ruang Hepatobilier
• Pusat Diagnostik Terpadu: Menjadi tempat deteksi dini gangguan fungsi hati, penyumbatan saluran empedu, hingga tumor ganas pada area perut bagian atas.
• Pelayanan Terapi & Bedah Spesifik: Menyediakan penanganan khusus yang membutuhkan presisi tinggi karena area anatomi hepatobilier dipenuhi oleh pembuluh darah besar.
• Perawatan Multidisiplin: Menghubungkan dokter spesialis penyakit dalam (hepatolog), dokter spesialis bedah digestif, ahli radiologi intervensi, hingga ahli onkologi (kanker).
2. Jenis Penyakit yang Ditangani
Pasien yang dirujuk ke ruang atau klinik hepatobilier umumnya menderita kondisi berikut:
• Gangguan Hati (Liver): Hepatitis kronis (A, B, C, D, E), sirosis hati, perlemakan hati (fatty liver), abses hati, serta tumor atau kanker hati (Hepatoma).
• Gangguan Kantung & Saluran Empedu: Batu empedu (cholelithiasis), infeksi saluran empedu (cholangitis), penyumbatan saluran empedu, dan kanker saluran empedu (cholangiocarcinoma).
• Gangguan Pankreas: Pankreatitis (akut dan kronis) serta kanker pankreas.
3. Fasilitas dan Prosedur Medis yang Tersedia
Di dalam ruang hepatobilier (atau unit endoskopi-hepatobilier terkait), dokter dapat melakukan berbagai tindakan diagnostik maupun terapeutik (pengobatan) minimal invasif, di antaranya:
Kategori Prosedur Nama Tindakan & Fungsi
Diagnostik & Pemindaian • Fibroscan: Mengukur tingkat kekakuan atau jaringan parut pada hati (sirosis) tanpa operasi.
• USG Abdomen / Kontras: Memetakan kondisi organ dalam perut secara real-time.
• Biopsi Hati: Pengambilan sampel jaringan hati untuk mendeteksi kanker atau peradangan.
Tindakan Endoskopi & Intervensi • ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography): Prosedur menggunakan teropong (endoskopi) dan sinar-X untuk melihat serta mengambil batu atau memasang stent (pelebar) di saluran empedu.
• PTBD (Percutaneous Transhepatic Biliary Drainage): Drainase atau pengeluaran cairan empedu yang tersumbat melalui kulit.
• RFA / PEIT: Terapi ablasi untuk menghancurkan sel tumor kecil di hati tanpa operasi besar.
Tindakan Bedah (Operasi) • Kolesistektomi: Operasi pengangkatan kantung empedu (sering dilakukan secara laparoskopi/minimal invasif).
• Reseksi Hati: Pemotongan sebagian jaringan hati yang terkena tumor.
• Prosedur Whipple: Operasi kompleks untuk mengangkat tumor di kepala pankreas.
• Transplantasi Hati: Penggantian hati yang rusak parah dengan hati sehat dari pendonor.