Gedung A RSCM
Penunjang Medis

Ruang Apheresis - Gedung A

Gedung A RSCM Lantai 8 2 kali dilihat

Tentang ruangan ini

Ruang Apheresis di rumah sakit adalah unit fasilitas medis khusus yang digunakan untuk melakukan prosedur apheresis (aferesis), yaitu proses pengambilan darah dari pasien atau pendonor, memisahkannya menjadi komponen tertentu menggunakan mesin khusus, lalu mengembalikan komponen darah sisanya ke dalam tubuh.
Ruangan ini memainkan peran ganda, baik sebagai fasilitas terapi pengobatan bagi pasien rawat inap/jalan, maupun sebagai fasilitas donor darah komponen khusus (biasanya dikelola di bawah Unit Transfusi Darah Rumah Sakit / UTDRS).
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai fungsi, peralatan, jenis tindakan, serta kriteria kenyamanan pada ruang apheresis rumah sakit:
1. Fungsi Utama Ruang Apheresis
Fungsi utama ruangan ini dibagi menjadi dua kategori besar berdasarkan tujuannya:
• Apheresis Donor (Koleksi Komponen): Digunakan untuk mengambil komponen darah tertentu secara spesifik dari pendonor sehat (misalnya hanya trombosit atau plasma saja). Satu kantong trombosit hasil apheresis setara dengan 6-10 kantong donor darah konvensional, sehingga sangat efektif untuk pasien demam berdarah, kanker, maupun transplantasi organ.
• Apheresis Terapeutik (Pengobatan): Prosedur medis luar tubuh (ekstrakorporeal) untuk membuang sel darah yang rusak, zat beracun, atau antibodi abnormal yang menyebabkan penyakit pada pasien. Prosedur ini mencakup pengobatan untuk penyakit autoimun (seperti Myasthenia Gravis atau Guillain-Barré Syndrome), kanker darah (Leukemia), dan kelainan sel darah (seperti Sickle Cell Anemia).
2. Peralatan Utama di Dalam Ruangan
Sebagai ruang khusus, area ini dilengkapi dengan perangkat teknologi tinggi demi memastikan keamanan prosedur:
• Mesin Apheresis (Centrifuge Otomatis): Alat utama yang berfungsi memutar darah dengan kecepatan tinggi (sentrifugasi) untuk memisahkan komponen darah berdasarkan berat jenisnya. Mesin ini dilengkapi sensor komputer terintegrasi untuk mendeteksi volume, tekanan darah, dan aliran darah secara real-time.
• Kursi Donor/Tempat Tidur Medis Khusus: Kursi ergonomis elektrik yang posisinya dapat disesuaikan (dapat direbahkan secara penuh jika pasien/pendonor mengalami syok atau pusing).
• Monitor Tanda Vital (Vital Sign Monitor): Untuk memantau tekanan darah, detak jantung, dan saturasi oksigen pasien secara berkala selama tindakan.
• Kit Konsumsi & Antikoagulan: Tabung steril sekali pakai (disposable kit) serta cairan antikoagulan (pencegah pembekuan darah).
• Peralatan Resusitasi Kedaruratan: Suplai oksigen, obat-obatan darurat, serta cairan infus jika terjadi efek samping mendadak seperti hipotensi atau reaksi alergi.
3. Alur Pelayanan dan Tindakan
Prosedur di ruang apheresis membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan ruang donor atau ruang rawat biasa, umumnya berkisar 60 hingga 120 menit per sesi.
1. Pemeriksaan Awal & Skrining: Pasien atau pendonor diperiksa kondisi fisiknya, kadar hemoglobin (Hb), kadar trombosit, serta tekanan darahnya.
2. Akses Pembuluh Darah (Vena): Petugas menusukkan jarum khusus ke pembuluh darah vena (bisa satu lengan untuk proses single needle atau kedua lengan sekaligus untuk double needle). Pada pasien terapi, adakalanya digunakan kateter vena sentral jika pembuluh darah tepi sulit diakses.
3. Proses Separasi: Darah dialirkan ke mesin, dipisahkan komponennya, dan sisa darah yang tidak dibutuhkan langsung dialirkan kembali ke tubuh.
4. Pemantauan Efek Samping: Selama alat berputar, perawat memantau gejala umum efek samping seperti rasa kesemutan/gatal di bibir (akibat penurunan kalsium oleh zat antikoagulan), rasa dingin, pusing, atau mual.
5. Pemulihan & Observasi: Setelah selesai, pendonor/pasien diwajibkan beristirahat selama 15–30 menit dan diberikan makanan ringan/suplemen kalsium sebelum diperbolehkan meninggalkan ruangan.